Bahan Pengawet

BAB I

PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang

Pangan merupakan salah satu kebutuhan pokok yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Pengolahan dan pengawetan bahan makanan memiliki interelasi terhadap pemenuhan gizi masyarakat, maka Tidak mengherankan jika semua negara baik negara maju maupun berkembang selalu berusaha untuk menyediakan suplai pangan yang cukup, aman dan bergizi. Salah satunya dengan melakukan berbagai cara pengolahan dan pengawetan pangan yang dapat memberikan perlindungan terhadap bahan pangan yang akan dikonsumsi.

Seiring dengan kemajuan teknologi, manusia terus melakukan perubahan-perubahan dalam hal pengolahan bahan makanan. Hal ini wajar sebab dengan semakin berkembangnya teknologi kehidupan manusia semakin hari semakin sibuk sehinngga tidak mempunyai banyak waktu untuk melakukan pengolahan bahan makanan yang hanya mengandalkan bahan mentah yang kemudian diolah di dapur. Dalam keadaaan demikian, makanan cepat saji (instan) yang telah diolah dipabrik atau telah diawetkan banyak manfatnya bagi masyarakat itu sendiri. Permasalahan atau pertanyaan yang timbul kemudian adalah apakah proses pengawetan, bahan pengawet yang ditambahkan atau produk pangan yang dihasilkan aman dikonsumsi manusia?

Zat aditif pengawet pada makanan ada yang berasal dari alam dan ada yang buatan (sintetik). Untuk zat aditif alami tidak banyak menyebabkan efek samping. Lain halnya dengan zat aditif sintetik.(Ahmad Lutfi,2009)

1.2  Rumusan Masalah

  1. Apa sajakah yang termasuk jenis-jenis bahan pengawet makanan?
  2. Apakah tujuan penambahan bahan pengawet makanan?
  3. Bagaimanakah cara penambahan bahan pengawet makanan?
  4. Apakah efek penggunaan bahan tambahan pangan bagi kesehatan?

1.3  Tujuan

  1. Mengetahui jenis-jenis bahan pengawet makanan
  2. Mengetahui cara penambahan bahan pengawet makanan.
  3. Mengetahui tujuan penambahan bahan pengawet makanan.
  4. Mengetahui efek penggunaan bahan tambahan pangan bagi kesehatan.

BAB II

PEMBAHASAN

1.Jenis-jenis Bahan Pengawet

A. Bahan Pengawet Alami

Beberapa cara sederhana untuk mengawetkan bahan makanan secara alamiah diantaranya adaalah dengan proses penjemuran seperti pada ikan kering, Pengasapan seperti pada ikan bandeng panggang, ikan kotok/gabus panggang dll. Pendinginan seperti pada pengawetan bua atau sayur dalam kulkas, penggaraman pada ikan, penggunaan gula pada pembuatan manisan dll. Akan tetapi pengawetan makanan dengan cara pemanasan/ pengeringan, pengasapan, pendinginan masih terdapat banyak kelemahannya, di antaranya beberapa mikroba penyebab penyakit dapat hidup walaupun pada suhu yang tinggi serta suhu yang dingin, disamping itu dengan proses pemanasan atau pendinginan dapat menyebabkan menurunkan nilai gizi, hal ini disebabkan rusaknya kandungan zat dalam makanan karena proses tersebut. Contoh protein akan rusak dengan pemanasan suhu yang tingi. Pengawet yang paling aman adalah pengawet alamiah seperti gula, garam dapur, dan asam jawa.

2.     Bahan Pengawet Buatan

a)     Larutan asam cuka 4 %

Larutan asam cuka 4 % adalah merupakan bahan pengawet yang digunakan untuk mengawetkan bermacam-macam roti. Larutan ini berfungsi menghambat pertumbuhan kapang (sejenis jamur).

b)    Asam sitrat (citrat acid)

Asam sitrat berbentuk kristal atau serbuk putih. Asam sitrat ini mudah larut dalam air, spirtus, dan etanol, tidak berbau, rasanya sangat asam, serta jika dipanaskan akan meleleh kemudian terurai yang selanjutnya terbakar sampai menjadi arang. Asam sitrat juga terdapat dalam sari buah-buahan seperti nanas, jeruk, lemon, dan markisa. Asam ini dipakai untuk meningkatkan rasa asam (mengatur tingkat keasaman) pada berbagai pengolahan minuman, produk air susu, selai, jeli, dan lain-lain. Asam sitrat berfungsi sebagai pengawet pada keju dan sirup, digunakan untuk mencegah proses kristalisasi dalam madu, gula-gula, dan juga untuk mencegah pemucatan berbagai makanan, misalnya buah-buahan kaleng dan ikan. Larutan asam sitrat yang encer dapat digunakan untuk mencegah pembentukan bintik-bintik hitam pada udang. Penggunaan maksimum dalam minuman sebesar 3 gram/liter sari buah.

c)     Ester metil dan propil paraben atau asam sorbat

Asam sorbat adalah bahan pengawet yang digunakan dalam produk keju, sari buah minuman anggur, dan produk panggang. Asam sorbat digunakan untuk mencegah pertumbuhan jamur atau khamit pada derajat keasaman optimum.

d)    Garam nitrit dan nitrat

Garam nitrit dan nitrat merupakan bahan yang digunakan sebagai pengawet daging dan keju.

e)     Asam propionat (natrium propionat atau kalsium propionat)

Sering digunakan untuk mencegah tumbuhnya jamur atau kapang. Untuk bahan tepung terigu, dosis maksimum yang digunakan adalah 0,32% atau 3,2 gram/kg bahan; sedangkan untuk bahan dari keju, dosis maksimum sebesar 0,3% atau 3 gram/kg bahan.

f)     Benzoat (acidum benzoicum, flores benxoes atau benzoic acid)

Benzoat biasa diperdagangkan sebagai gram natrium benzoat, dengan ciri-ciri berbentuk serbuk atau kristal putih, halus, sedikit berbau, berasa payau, dan pada pemanasan yang tinggi akan meleleh dan terbakar. Benzoat juga banyak digunakan sebagai pengawet minyak goreng.

g)    Sendawa

Merupakan senyawa organik yang berbentuk krsital putih atau tak berwarna, rasanya asin dan sejuk. Sendawa mudah larut dalam air dan meleleh pada suhu 3770C. Ada tiga bentuk sendawa, yaitu kalium nitrat, kalsium nitrat, dan natrium nitrat. Sendwa dapat dibuat dengan mereaksikan kalium klorida dengan asam nitrat atau natrium nitrat.

Dalam industri biasa digunakan untuk korek api, bahan peledak, pupupk, dan juga untuk pengawet bahan pangan. Penggunaan maksmumnya sebanyak 0,1% atau 1 gram / kh bahan.

a.     BHA (butil hidroksianisol)

b.    BHT (butil hidrositoluen)

c.     PG (propilgat)

d.    Tokoferol (vitamin E)

e.     Asam askorat (vitamin C)

2.Tujuan Penambahan Bahan Pengawet

Tujuan penggunaan bahan tambahan pangan pengawet adalah sabagai berikut.Pengawetan pangan disamping berarti penyimpanan juga memiliki 2 (dua) maksud yaitu :

1.      menghambat pembusukan dan

2.      menjamin mutu awal pangan agar tetap terjaga selama mungkin.

Penggunaan pengawet dalam produk pangan dalam prakteknya berperan sebagai antimikroba atau antioksidan atau keduanya. Jamur, bakteri dan enzim selain penyebab pembusukan pangan juga dapat menyebabkan orang menjadi sakit, untuk itu perlu dihambat pertumbuhan maupun aktivitasnya.

Jadi, selain tujuan di atas, juga untuk memelihara kesegaran dan mencegah kerusakan makanan atau bahan makanan. Beberapa pengawet yang termasuk antioksidan berfungsi mencegah makanan menjadi tengik yang disebabkan oleh perubahan kimiawi dalam makanan tersebut.

Peran sebagai antioksidan akan mencegah produk pangan dari ketengikan, pencoklatan, dan perkembangan noda hitam. Antioksidan menekan reaksi yang terjadi saat pangan menyatu dengan oksigen, adanya sinar, panas, dan beberapa logam.

3.Cara Penambahan Bahan Pengawet(Takaran dan Kegunaan pada produk )

DAFTAR BAHAN PENGAWET YANG BOLEH DITAMBAHKAN ( DIRJEN POM )

 Nama Bahan Pengawet                                                                             Digunakan pada :        Dosis Maksimum                                    
 Asam Benzoat

( Benzoate Acid )

 kecap, minuman ringan, acar, margarin, selai, saus, dll  600 mg – 1 gr/ kg
 Asam Propionat

( Propionate Acid )

 olahan keju & roti  2 – 3 gr / kg
 Asam Sorbat

( Sorbic Acid )

 keju olahan  3 gr/ kg
 Belerang Dioksida

( Sulfur Dioxide )

 acar, jeli, selai, saus, gula bubuk, gula pasir, cuka, sirup,bir/ minuman ringan, anggur, sosi, ekstrak kopi kering, gelatin, dll  20 – 500 mg / kg
 Etil p-Hidroksi-benzoat

(Ethyl p-Hydroxy-Benzoate)

 Selai & Jeli 1 gr/ kg
 Kalium Benzoat

(Potassium Bemzoate)

acar dalam botol, keju, margarin, apricot kering, selai, jeli, sirup, saus, anggur, anggur buah & minuman beralkohol & makanan lain kecuali daging, ikan, unggas. 200 mg – 1 gr / kg
 Kalium Bisulfit

(Potassium Bysulphite)

potongan kentang beku, udang beku &  selai. 50 mg-500 mg /kg
 Kalium Metabisulfit

(Potassium Metabisulphite)

 potongan kentang goreng beku & udang beku 50 mg-100 mg/ kg
 Kalium Nitrat

(Potassium Nitrat)

 daging olahan, daging awetan & keju dgn sosis  50-500 mg/ kg
 Kalium Nitrit

(Potassium Nitrite)

daging olahan, daging awetan & korned daging dgn sosis 50-125 mg/ kg
 Kalium Propionat

(Potassium Propionate)

 keju olahan  3 gr/ kg
 Kalium Sorbate

( Potassium Sorbate )

 keju olahan, keju, margarine, apricot kering, acar dalam botol, jeli, selai  500  mg – 1gr/ kg
 Kalium Sulfit

( Potassium Sulphite )

 potongan kentang goreng beku, udang beku & selai  50 – 500 mg/ kg
 Kalsium Benzoat

( Calcium Benzoate )

 selai, saus tomat, sirup & anggur/minuman beralkohol  200 mg – 1 gr/ kg
 Kalsium Propionat

( Calcium Propionate )

 olahan keju & roti  2 – 3 gr/ kg
 Kalsium Sorbat

( Calcium Sorbate )

 margarin & selai  1 gr/ kg
 Metil p-Hidroxybenzoate

( Methyl p-Hidroxybenzoate )

 selai, jeli, acar dalam botol, sari buah dan makanan lainnya kecuali daging, ikan unggas  250 mg – 1gr / kg
 Natrium Benzoate

( Sodium Benzoate )

 acar dalam botol, keju, margarin, apricot kering, selai, jeli, sirup, saus, kecap, anggur buah & minuman beralkohol, serta makanan lainnya kecuali daging, ikan, unggas  200 mg – 1 gr / kg
 Natrium Bisulfit

( Sodium Hydrogen Sulphite )

 potongan kentang goreng beku, udang beku & selai  50 – 500 mg/ kg
 Natrium Metabisulfit

( Sodium Metabisulphite )

potongan kentang goreng beku & selai

50 -100 mg/ kg

 Natrium Nitrat

( Sodium Nitrate )

 daging olahan dan awetan & keju  50 – 500 mg/ kg
 Natrium Nitrit

( Sodium Nitrite )

 daging olahan, daging awetan, corned kalengan  50 – 125 mg / kg
 Natrium Propionat

( Sodium Propionate )

 olahan keju & roti  2 – 3 gr/kg
 Natrium Sulfit

( Sodium Sulphite )

 potongan kentang goreng beku udang Beku & selai  50 – 500 mg/ kg
 Nisin

( Nisin )

 keju olahan  12,5 mg/ kg
 Propil p_hidroxybenzoate

( Prophyl p-Hidroxybenzoate )

 selai, jeli acar dalam botol, kecap, ektrak kopi cair, pasta tomat, sari buah & makanan lainnya kecuali daging, ikan, unggas  250 mg – 1 gr

 

 

4.Pengaruh Penambahan Bahan Pengawet Bagi Kesehatan

Bahan Pengawet Produk Pangan Pengaruh terhadap Kesehatan
Ca-benzoat Sari buah, minuman ringan, minuman anggur manis,
ikan asin
Dapat menyebabkan reaksi merugikan pada asmatis dan yang peka terhadap aspirin
Sulfur dioksida
(SO2)
Sari buah, cider, buah kering, kacang kering, sirup, acar Dapat menyebabkan pelukaan lambung, mempercepat serangan asma, mutasi genetik, kanker dan
alergi
K-nitrit Daging kornet, daging kering, daging asin, pikel daging Nitrit dapat mempengaruhi kemampuan sel darah untuk membawa oksigen, menyebabkan kesulitan bernafas dan sakit kepala, anemia, radang ginjal,
muntah
Ca- / Na-propionat Produk roti dan tepung Migrain, kelelahan, kesulitan tidur
Na-metasulfat Produk roti dan tepung Alergi kulit
Asam sorbat Produk jeruk, keju, pikel dan salad Pelukaan kulit
Natamysin Produk daging dan keju Dapat menyebabkan mual, muntah, tidak nafsu makan, diare dan pelukaan kulit
K-asetat Makanan asam Merusak fungsi ginjal
BHA Daging babi segar dan sosisnya, minyak sayur, shortening, kripik kentang, pizza beku, instant teas Menyebabkan penyakit hati dan kanker.

 

Mencermati kemungkinan gangguan kesehatan seperti yang tercantum dalam Tabel 1, maka FDA mensyaratkan kepada produsen pangan untuk membuktikan bahwa pengawet yang digunakan aman bagi konsumen dengan mempertimbangkan :

•           Kemungkinan jumlah paparan bahan pengawet pada konsumen sebagai akibat mengkonsumsi produk pangan yang bersangkutan.

•           Pengaruh komulatif bahan pengawet dalam diet.

•           Potensi toksisitas (termasuk penyebab kanker) bahan pengawet ketika tertelan oleh manusia atau binatang.

Namun demikian perlu diperhatikan hal-hal penting dalam menggunakan bahan tambahan pangan pengawet adalah :

-          Pilih pengawet yang benar/yang diijinkan untuk dalam pangan serta telah terdaftar di Badan POM RI.

-          Bacalah takaran penggunaannya pada penandaan/label.

-          Gunakan dengan takaran yang benar sesuai petunjuk pada label.

-          Membaca dengan cermat label produk pangan yang dipilih/dibeli serta mengkonsumsinya secara cerdas produk pangan yang   menggunakan bahan pengawet.

BAB III

KESIMPULAN DAN SARAN

1.Kesimpulan

Adapun kesimpulan dari penulisan makalah ini adalah sebagai berikut.

  1. Jenis-jenis bahan pengawet makanan,antara lain:
    1. Bahan pengawet alami            : Gula,garam dan asam jawa.
    2. Bahan pengawet buatan : Natrium Benzoat, Asam Benzoat,asam propaniat,asam sorbet,belerang dioksida,kalium benzoate,kalium nitrat dan lain-lain.
  1. Cara penambahan bahan pengawet makanan tergantung dari jenis pengawet dan takaran yang telah ditentukan.
  1. Mengetahui tujuan penambahan bahan pengawet makanan.
    1. menghambat pembusukan dan
    2. menjamin mutu awal pangan agar tetap terjaga selama mungkin.
  1. Efek penggunaan bahan tambahan pangan bagi kesehatan adalah mengakibatkan macam-macam penyakit antaralain,:kanker,tumor, alergi kulit, penyakit hati, kekurangan sel darah dan sebagainya.

B.Saran

 

 Adapun saran yang dapat disampaikan adalah sebagai berikut.

  1. Bagi seluruh masyarakat hendaknya lebih jeli dalam melihat label kemasan makanan/minuman yang mengandung bahan pengawet tertentu.
  2. Para ahli di bidang kesehatan hendaknya selalu aktif dalam memberikan informasi kepada masyarakat tentang adanya bahan pengawet sintetis dalam makanan/minuman dan bukan cenderung menutup-nutupinya.
  3. Pemerintah harus berpartisipasi terkait pengawasan terhadap suatu penelitian badan-badan yang berwenang dalam hal ini dan pemerintah juga diharapkan mengalokasikan biaya dalam membantu suatu kegiatan penelitian terhadap bahan-bahan pengawet yang beredar di masyarakat.

DAFTAR PUSTAKA

http://www.chem-is-try.org/materi_kimia/kimia-lingkungan/zat-aditif/zat-aditif-pada-makanan diakses tgl 20/10/2011

http://mykitchenstories.webs.com/article.htm diakses tgl 20/10/2011

 

About these ads

9 thoughts on “Bahan Pengawet

  1. Bahan pengawet buat kripik singkong yg aman apa ya’… Karena kripik singkong yg aku buat lalu di bumbui kering setelah 1 minggu bau apek…

  2. semua pengawet kimia itu ga baik buat kesehatan, cuk !, pelajari saja pengawet dengan sistem radiasi macam susu uht kotak, cos makanan kering dengan sistem vaccum, makanan beku, cos pengolahannya yg higienis, peralatan plus bahan2nya higienis. Walaupun tidak seawet dengan memakai pengawet, tapi lebih sehat, Coba kita pakai logika, diluar tubuh makanan tersebut awet, lalu kita makan, berapa lama waktu yg diperlukan tubuh untuk memproses makanan yg kita makan tersebut, karena adanya pengawet, alat pencernaan tubuh kita akan berusaha keras memprosesnya, berapa lama? bisa berhari2, kalau terus tubuh kita memproses makanan mengandung pengawet tersebut (terpapar terus menerus), rusak lah pencernaan kita, ginjal jebol, liver jebol, usus jebol, mau di ganti? tuker saja pakai punya sapi.. coba lihat orang keracunan mie instan (ada pengawetnya), makanan kaleng (ada pengawetnya), obat2an, semua karena pengawet, pasti dikonsumsi lebih sering, apalagi pengawet yg bukan buat makanan dipakai buat makanan seperti formalin, borax, bleng, tawas, clorin, apa tidak lebih rusak lagi tubuh kita jika terpapar zat tersebut. Sekarang mulai banyak home industri makanan berlomba2 menawarkan produk mereka tanpa pengawet, konsumen semakin cerdas, yg masih pakai pengawet buang ke laut aja deh. Cos kenapa produk2 seperti mie instan, biskuit, makanan kaleng, makanan ringan dan sejenisnya masih pakai pengawet? pabrik membuatnya untuk ketahanan pangan, jika sewaktu2 ada bencana besar terjadi, makanan2 tersebut bisa menolong masyarakat yg mengalami bencana, tapi tetap lebih baik makanan tanpa pengawet.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s